Selasa, 26 Mei 2020

Kasat Narkoba Polrestabes Surabaya Diduga Lepaskan Tersangka Narkoba dan Peras 2 Milyar

Metro Soerya



Kasat Narkoba Polrestabes Surabaya Diduga Lepaskan Tersangka Narkoba dan Peras 2 Milyar

Kapan terhadap terduga pelaku pelanggaran hukum kasus peredaran narkoba di wilayah Sukomanunggal Kota Surabaya Jawa Timur atas tersangka "Shr" inisial, tanpa adanya barang bukti (BB) yang kuat untuk menjerat "Shr" sampai ke meja hijau kasus tersebut terkesan dipaksakan dengan sebuah kwitansi saja.

Menurut keterangan "Shr" kepada tim ungkap fakta yuridis media  saat itu "Shr" ditangkap pada hari senin tanggal 13 April 2020 di jalan Putat Gede Kecamatan Sukomanunggal Langsung digiring ke mako Polrestabes Surabaya pada keesokan harinya tepatnya pada hari selasa.

Singkat cerita setelah adanya intimidasi muncul kesepakatan untuk melepaskan "Shr" karena tidak cukup bukti dengan nominal Rp 500 juta, setelah itu transaksi dilakukan di Bank BCA jalan Veteran.

Sungguh tidak terduga saat transaksi di Bank BCA jalan Veteran Jumat tanggal 17 April 2020 diduga kuat pihak oknum dari reserse narkoba polrestabes Surabaya melihat saldo tersangka mencapai Rp 3 Milyar, tiba tiba kesepakatan Rp 500 juta seketika berubah dan langsung menguras saldo tersangka hingga mencapai angka Rp 2 milyar.

"Saat itu sudah ada kesepakatan untuk menghentikan perkara Rp 500 juta, setelah lihat saldo di tabungan "Shr" ada Rp 3 milyar akhirnya mereka memaksa "Shr" untuk tarik tunai Rp 2 milyar, guru deh. " Ungkap Cristy kepada tim ungkap fakta yuridis media.

Saat akan dikonfirmasi Akbp Memo Adrian selaku Kasat Narkoba Polrestabes Surabaya oleh tim media justru nomor HP langsung di blokir dan terkesan menghindar untuk di konfirmasi bahkan sempat menghina dan melecehkan profesi wartawan dengan mengatakan wartawan bodrek.

Profesi wartawan kembali dilecehkan oleh seorang oknum perwira menengah Polri. Ia menjabat Kasat Narkoba Polrestabes Surabaya, Jawa Timur. Melalui pesan singkat whatsapp oknum perwira itu bernada tak bersahabat ketika dikonfirmasi oleh seorang wartawan media online mengenai permintaan uang damai yang tidak lazim.  Tulisan yang menyingung perasaan dan terkesan melecehkan profesi wartawan itu …

Terakhir kalinya redaksi restorasihukum.com coba akan konfirmasi pada Selasa 19 Mei dijanjikan untuk ketemu 20 mei, namun lagi dan lagi Akbp Memo Adrian terkesan menghindar dari tim, ungkap fakta yuridis media  yang hendak konfirmasi untuk penyeimbang pemberitaan.

Senin, 25 Mei 2020

[Media_Nusantara] Imperialisme Arab di Indonesia Sudah Jelas? [1 Attachment]

 

Imperialisme Arab di Indonesia Sudah Jelas?

By Indra Ganie
 
Disadari atau tidak seakan jelas bahwa kaum Arablah sebenarnya sekarang yang sedang menjajah Indonesia. Lihat, sejumlah orang pemimpin alim ulama negeri ini adalah keturunan Arab. Gerombolan bolot yang tukang bikin onar terdapat orang bertitel habib. Para habib-habib ini disebut-sebut sebagai keturunan Nabi Muhammad, dan gelar habib ini telah menjadi sebuah tiket untuk mendapat perlakuan khusus. Tidak tahu kenapa keturunan nabi harus dihormati walaupun perilakunya banyak yang tidak terpuji. Janggut nabi saja ditiru konon pula keturunannya tidak disanjung tinggi.

Mungkin pembawa agama-agama yang lain beruntung tidak mempunyai keturunan, sehingga arogansi karena mengklaim diri sebagai keturunan nabi tidak merajalela di bumi ini.

Bayangkan, negara yang sudah dinyatakan merdeka sejak 1945 ternyata masih dalam imperialisme ASIA BARAT (ARAB), bukan BARAT. Selama ini berbagai isyu tentang neokolonialisme Barat ditiup-tiupkan dengan gencar, opini bangsa digiring untuk membenci Barat. Ternyata ini semua pekerjaan musuh dalam selimut, selimut agama.

Kemajuan teknologi dan perekonomian Barat dan perkembangan bisnis yang sedemikian pesat serta cara hidup ala Barat yang praktis sangat gampang ditiru. Hal ini telah diperhitungkan sebagai ancaman yang mengerikan dalam pandangan imperialisme Arab ini, sehingga isu neokolonialisme Barat dan Kristenisasi dihembuskan untuk keuntungan imperialisme Arab.

Segala yang berbau Barat dikelompokkan sebagai peradaban kaum kafir oleh karenanya menjadi sesuatu yang haram. Orang tua termasuk guru-guru agama menjadi unjung tombak penyampaian keharaman yang berbau Barat ini. Sebagian besar orangtua di Indonesia memang relatif masih sangat muda-muda. Baru punya sedikit janggut, lelaki sudah boleh mengajak perempuan "anak baru gede" untuk menghadap penghulu. Tidak perduli apakah dia sudah matang atau belum untuk mendidik anak dan memberikan anaknya makan kelak.

Mereka rata-rata tidak berpendidikan yang cukup sehingga tidak dapat berpikir rasional. Jadi begitu ada hasutan dari orang-orang yang mengaku ahli agama, mereka langsung tunduk sukarela, apalagi kalau disuplai uang pula.. Perdebatan diharamkan, teristimewa perdebatan soal agama, tidak tersentuh.. Melakukan sesuatu atas nama agama seperti kerbau dicucuk hidung, tidak punya daya kritis sama sekali.

Melihat gampangnya sebagian besar anak bangsa ini dipengaruhi atas nama agama, adalah pengaruh indoktrinasi bahwa agama tidak boleh diperdebatkan. Para kaum Arab ini tidak mengajarkan agama itu sebagaimana seharusnya. Agama yang disampaikan tidak untuk menjadi pencerahan otak bagi umat, tetapi cenderung menjadi pembodohan. Tujuan mereka memang adalah untuk menjajah, bukan untuk memanusiakan manusia dengan ajaran agama.

Seandainya bangsa ini mendapat pendidikan agama dengan benar serta dari sumber yang benar, tidak akan mungkin ada yang bernama Front Pembela Islam, Jama'ah Ansharut Tauhid, Laskar Jihad, dan lain-lain gerombolan bolot yang lebih bangga menjadi anggota kesatuan organisasi ekstrimis Islam Asia Barat / Timur Tengah daripada sebagai Islam Indonesia. Tidak mungkin orang yang bernama habib-habib itu menjadi alim ulama dan pemimpin gerombolan bolot di negeri ini. Sialnya, kesempatan untuk berfikir kritis terhadap agama sudah dipunahkan sejak awal. Sehingga dengan gampang anak-anak bangsa yang kurang pendidikan dan hidup kekurangan ini digiring untuk menjadi ekstrimis dan tunduk sukarela menjadi budak para Arab untuk mewujudkan ambisi mereka untuk meng-Arab-kan Indonesia.

Kemiskinan dan kebodohan ini telah dimanfaatkan, sebagian besar anak bangsa ini sudah lebih bangga mampu berbahasa Arab daripada mampu berbahasa Indonesia yang baik dan benar. Lebih bangga memakai gamis di jalan-jalan daripada memakai pakaian tradisional yang diwariskan leluhur bangsa Indonesia.

Apakah kita sudah sangat terlambat untuk membuang semua peradaban Arab dari bumi Indonesia ini? Saya fikir tidak ada istilah terlambat untuk membuang kebolotan. Kita tidak boleh menjadi bangsa yang bolot. Saya melihat tidak satupun peradaban Arab yang memberikan kontribusi terhadap pembangunan bangsa ini dalam bidang apapun. Yang diberikan mereka hanyalah pembodohan, pembolotan, membuat orang tinggal manut.

Jika kita boleh bandingkan – maaf – dengan kehidupan orang Kristiani Indonesia, misalnya. Mereka boleh menjadi orang yang sangat taat beragama, tetapi hidup kesehariannya tetap menjadi orang Indonesia. Mereka tidak langsung mengubah cara hidupnya seperti bagaimana dulu Yesus hidup secara lahiriah. Padahal seharusnya, sosok Yesus yang gambarnya ada di mana-mana sangat mudah untuk ditiru, tetapi tidak satupun penganut agama Kristiani meniru cara berpakaian Yesus, meniru jenggotnya atau keriting rambutnya. Yang mereka praktekkan adalah kasih sayang yang diajarkan Yesus, bukan tampilan Yesus secara lahir.

Orang Bali Kristiani tetap dengan budaya Balinya, demikian juga Batak, Toraja, Jawa dan lain-lain. Mereka tetap tampil sebagai orang Indonesia, mereka beribadah dalam bahasa asalnya masing-masing, bahasa China, Batak, Sunda, Bali, Jawa, dan lain-lain. Malah tidak ada gereja yang berbahasa Ibrani di Indonesia, sebagaimana dulu Yesus mempergunakan bahasa itu mengajar murid-muridnya. Kristiani tetap menghargai budaya asal pemeluknya tanpa sama sekali menerapkan budaya Yesus (budaya Yahudi / Israel). Pemeluk Kristiani dari suku apapun diterima sebagai pribadi yang merdeka, secara lahir mereka tetap sebagaimana asalnya, yang diubahkan adalah kehidupan spiritualnya, jiwanya.

Sebelum bangsa ini benar-benar hilang, sebelum identitas kita sebagai bangsa Indonesia tergantikan oleh identitas Arab, mari kita berbenah. Mengikis segala bentuk penjajahan dalam setiap bentuknya di bumi Indonesia ini. Jangan lengah dengan penjajah yang bertopeng agama, bercerminlah kepada penganut agama-agama lain di Indonesia, mereka lebih hidup merdeka sebagai bangsa Indonesia walaupun mereka menganut salah satu agama yang semuanya adalah agama import. Jangan biarkan Arab-arab itu memimpin kerohanian anda, bangsa ini sudah mengenal Islam ratusan tahun, sudah seharusnya ada Islam yang berkepribadian Indonesia, bukan berkepribadian Arab.

Indonesia dengan wilayah yang luas, alam yang kaya, letak yang strategis serta jumlah penduduk yang sedemikian besar terbelakang memang adalah sasaran empuk untuk dijadikan sekutu.. Bangsa Arab dan segala bangsa-bangsa di dunia sadar akan hal itu. Bangsa-bangsa besar di dunia ini melihat potensi yang dimiliki Indonesia. Dahulu Belanda datang dengan cara kasar menjajah Indonesia, demikian pula Jepang.

Nah, bangsa Arab, dengan sangat licik masuk menjajah Indonesia dengan memperalat agama Islam, dengan sifat religius yang dimiliki Indonesia, bangsa ini begitu saja mengamini semua apa yang dikatakan bangsa Arab sehingga banyaklah bangsa ini menjadi orang-orang tertipu. Mereka berfikir telah menganut agama Islam yang benar, tidak tahunya hanya menganut budaya Arab yang sarat dengan kekerasan, keberingasan. Musuh yang menikam dengan senyuman manis adalah lebih berbahaya daripada yang menikam dengan amarah.

Mungkin sulit dipercaya atau sedikit diketahui, bahwa imperialisme Arab di wilayah yang kini masuk "Negara Kesatuan Republik Indonesia" telah berlangsung sejak abad-7. Pada abad tersebut telah terdapat sejumlah koloni Arab di negeri ini. Mereka datang karena negeri ini relatif lebih nyaman dibanding negeri sendiri. Sebagian besar dunia Arab kering kerontang, sering terjadi perang antara lain perang saudara. Konflik antar dinasti semisal 'Abbasiyyah, 'Ummayyah dan Fathimiyyah – yang notabene ketiganya masih terhitung keluarga besar nabi – adalah fakta yang sulit dibantah. Begitu pula konflik dengan bangsa lain semisal Perang Salib (1095-1291) dan perang kolonial sejak abad-16.

Mengingat jarak antara Nusantara dengan Arabia yang terbilang jauh dan terpisah laut luas, maka kolonisasi Arab di Nusantara tidaklah semasif dan secepat apa yang mereka lakukan di Afrika dan Eropa. Mereka hadir secara berangsur-angsur di wilayah yang umumnya relatif jauh dari pusat kekuasaan / kerajaan penduduk setempat, semisal di pesisir Minangkabau yang relatif jauh dari pusat Kerajaan Sriwijaya dan Banten yang relatif jauh dari pusat Kerajaan Sunda-Galuh.

Kehadiran sejumlah bangsa Eropa pada abad-16 berangsur-angsur mengurangi kuasa dan pengaruh Arab di Nusantara, namun kuasa atau pengaruh Arab belum pernah betul-betul lenyap di Nusantara. Intinya, Nusantara – dengan segala pesonanya – telah menjadi panggung pertarungan berbagai pengaruh asing sejak menjelang tarikh Masehi. Kini, pada abad-21 imperialisme Arab berangsur-angsur seakan bangkit kembali melalui berbagai ormas (berkedok) agama, atau berkedok "Kebangkitan Islam Abad-15 Hijriyyah".

Dengan dukungan dana berlimpah sebagai hasil dari sumber alam minyak di Arabia, mereka relatif mudah menebar pengaruh ke negeri ini. Sekian tahun terakhir ini mereka banyak hadir semisal di kawasan wisata Puncak, sekitar 90 km ke arah selatan Jakarta. Muncullah berbagai bisnis jasa dengan memakai huruf Arab di sepanjang jalur tersebut, bahkan saya dapat info bahwa bisnis jasa semisal toko buku, photo copy, travel yang memakai huruf Arab juga merangkap jasa kawin kontrak – tentunya antara lelaki Arab dengan perempuan pribumi. Anehnya – atau konyolnya – warga setempat senang menerima mereka, mereka merasa beruntung mendapat jodoh atau menantu lelaki Arab, padahal tidak diimbangi dengan kesediaan orang Arab berjodoh atauarab bermenantu lelaki pribumi. Inilah akibat dari pemahaman agama Islam yang "Arab minded", artinya menjadikan Arab sebagai ukuran beragama Islam. Apa-apa yang berasal dari Arab dianggap agama Islam, semisal janggut dan gamis. Padahal bukan cuma Nabi Muhammad yang bergamis dan berjanggut, namun musuhnya semisal Abu Lahab dan Abu Jahal juga demikian, karena mereka sama-sama orang Arab. Nabi diutus ke Arabia karena mereka paling butuh, mereka bangsa yang (sangat) barbar. Jika bangsa sebarbar Arab dapat dibina, maka bangsa lain – yang nota bene kurang sebarbar Arab – akan lebih mudah dibina.

Jelas, nabi diutus untuk mengislamkan orang, bukan mengarabkan orang. Orang diislamkan sambil dibiarkan lestari identitas suku dan bangsanya. Tidak perlu kearab-araban untuk menjadi Muslim yang baik. Ambil Islamnya, buang Arabnya.

Hapuskanlah segala fatwa yang mengharamkan memperdebatkan kebenaran yang diseru-serukan oleh sejumlah tokoh agama yang "Arab minded" supaya anda benar-benar mendapatkan kebenaran yang sesungguhnya. Seharusnya semakin manusia mengenal Tuhan (lewat agama yang dianutnya) maka sifat-sifat Tuhanpun akan menjadi denyut hidupnya.

ARABISASI ATAU ISLAMISASI

Menyeru-nyeru kebesaran Tuhan dengan pedang terhunus dan amarah yang membara di dada adalah penghinaan kepada Tuhan itu sendiri.

Terpulang pada anda, apakah anda merasa dijajah kaum Arab atau tidak. Perlu difikirkan, kenapa membiarkan habib-habib memimpin anda, padahal kita punya semisal Pak Nasution, Siregar, Teungku, Bagindo Rajo, Tuanku, Mas Suparno atau Kang Jali, dan lain-lain. Bangunlah agama Islam yang berkepribadian Indonesia – anti kekerasan, anti keras kepala, anti benar sendiri, anti brutalisme, anti gamis – karena kita punya budaya sendiri, budaya Indonesia. Jangan cuma mengenang orang-orang yang melawan imperialisme Barat dan Jepang. Jangan cuma menganggap pahlawan atau pejuang, orang-orang yang melawan imperialisme Barat dan Jepang. Tetapi kenanglah, hargailah, jadikanlah pahlawan untuk para penentang imperialisme Arab.

Kepada aparat, jangan ragu-ragu mengamankan para gerombolan bolot itu, demi kedamaian di bumi Indonesia tercinta. Mereka telah menjadi momok yang menakutkan dan telah mencoreng wajah bangsa ini dalam pandangan dunia internasional. 

Salam "MERDEKA" dari anggota Pejuang 1945!


Dikirim dari Yahoo Mail untuk iPhone

__._,_.___
View attachments on the web

Posted by: Al Faqir Ilmi <alfaqirilmi@yahoo.com>
Reply via web post Reply to sender Reply to group Start a New Topic Messages in this topic (1)

.

__,_._,___

Minggu, 24 Mei 2020

[Media_Nusantara] AKBP Memo Ardian (Kasat Narkoba Polrestabes Surabaya) Diproses di Paminal Mabes Polri, Terkait Lepaskan Tersangka Narkoba Dugaan Bayar 2 Milyar dan Hina Wartawan Hingga Tantang Pomal TNI AL

 

AKBP Memo Ardian (Kasat Narkoba Polrestabes Surabaya) Diproses di Paminal Mabes Polri, Terkait Lepaskan Tersangka Narkoba Dugaan Bayar 2 Milyar dan Hina Wartawan Hingga Tantang Pomal TNI AL

Terkait viralnya pemberitaan penangkapan tersangka narkoba Bos Kopi Kapal Api inisial 'SHR' yang ditangkap senin 13/4/2020 di jalan Putat Gede, Sukomanunggal beberapa waktu lalu dari tim narkoba Polrestabes Surabaya berbuntut panjang.

Pasalnya, tersangka langsung digiring ke mako Polrestabes Surabaya saat itu juga, Namun dari hasil penangkapan itu tersangka sudah dibebaskan dengan dugaan tebusan 2 milyar yang berawal dari kesepakatan 500 juta.

Saat awak media hendak mengkonfirmasi ke Kasat Narkoba AKBP Memo Ardian tak disangka mendapat perlakuan tak menyenangkan, dengan menghina profesi menyebut wartawan bodrex dan menantang seorang Pomal TNI AL akan dilaporkan ke atasannya tanpa dasar yang jelas bahkan wartawan yang akan mengkonfirmasi ulang hanya janji janji pertemuan hingga di blokir nomernya tanpa sebab. "Saya tahu anda Pomal Serda Pom Suana, saya ini AKBP, seorang Akpol. Akan saya laporkan anda ke pimpinan Pomal," ujar Serda Suana saat menirukan ucapan AKBP Memo Ardian S.I.K. kepada wartawan Sabtu, (23/5/2020).

Sementara Mulyono wartawan media Metro Surya selaku korban pelecehan jurnalis yang disebut wartawan bodrex oleh Memo Ardian mengatakan, "Saya awalnya baik baik tanya untuk konfirmasi kejelasan informasi itu, saya kan wartawan, wajar kan saya konfirmasi. Saya harus menjaga Etika jurnalis saya, agar berita berita saya bisa berimbang, tidak malah menghina saya dan memblokir nomer saya, apakah itu contoh perwira kepada masyarakat," katanya. Sabtu, (23/5/2020).


AKBP Memo Ardian S.I.K Membuat Opini adu domba Pers, tanpa memahami UU Pers no. 40 Tahun 1999 dan Tidak mau mengklarifikasi Ucapannya malah membias meletupkan konflik baru.

Dengan sengaja kasat narkoba AKBP Memo Ardian S.I.K menuding awak media yang menulis pemberitaan Bos Kopi Kapal Api inisial 'S' yang ditangkap senin 13/4/2020 di jalan Putat Gede, Sukomanunggal. Dikatakan oleh AKBP Memo Ardian "media yang mencoreng namanya tidak bertanggung jawab dan medianya tidak terdaftar dewan pers, padahal yang menulis baik tentang dirinya dari beberapa media juga tidak terdaftar dewan pers, bahkan Memo menuduh awak media yang menulis buruk dirinya itu termasuk jaringan gembong narkoba, dan juga dia beropini ada yang membiayai dari pemberitaan yang beredar. (dikutip dari beberapa media yang diduga sudah di kondisikan). Minggu, (24/5/2020).

Tidak putus asa Tim media Investigasi terus mengkonfirmasi agar berita cover both side (berimbang), Saat dikonfirmasi kejelasan penangkapan pelepasan kasus narkoba Bos Kopi Kapal Api inisial 'S' yang ditangkap senin 13/4/2020 di jalan Putat Gede, Sukomanunggal, AKBP Memo Ardian tidak menjawab, bahkan dijanjikan ketemuan tapi mengingkari janji janji itu dan memblokir nomer wartawan yang terkesan menghindar dari kejaran awak media.

"Ya mas besok ketemu di kantor ya," ujar Memo Ardian, berkali kali dan akhirnya memblokir nomer beberapa wartawan. (21/5/20).


Perwira Arogan Tak Patut Jadi Panutan Masyarakat

Perilaku arogan seorang perwira AKBP Memo Ardian itu sontak membuat geram sejumlah awak media dan organisasi pers yang kompak memberitakan kasus itu guna menguak kebenaran, dengan tupoksi pers sebagai kontrol sosial. Namun anehnya berita pembebasan dan dugaan meminta uang 2 milyar itu dikait kaitkan dengan gembong narkoba bahkan disejumlah media yang sudah di kondisikan isinya tidak relevan, bahkan membias kemana mana dan tak ada hubungannya dengan pelepasan pelaku narkoba inisial 'S', Bos kopi kapal api yang menjadi korban oknum anggota polisi di bawah pimpinan Kasat Narkoba AKBP Memo Ardian S.I.K.

Dari pengembangan investigasi yang dihimpun beberapa tim media gabungan, dengan adanya cukup bukti dan kronologis pelepasan kasus narkoba itu, beserta rekaman dari Chrsty, juga telah mengkonfirmasi ke Memo Ardian namun tak kunjung dijawab bahkan nomer beberapa wartawan diblokir, dinilai pemberitaan itu telah cover both side (memenuhi unsur etika jurnalistik) yang telah di atur UU Pers no. 40 tahun.1999.

Paminal Mabes Polri Tengah Tangani Kasus Pelepasan Bos Kopi Kapal Api inisial 'S' yang diduga dimintai 2 Milyar Dengan Koordinasi Tim Media

Dari viralnya beberapa media yang memberitakan kasus tersebut, terhendus hingga ke Mabes Polri, sehingga ada beberapa anggota polisi Paminal Mabes Polri itu menemui Tim Media Investigasi untuk dimintai kejelasan kronologis serta meminta data dan juga para narasumber, agar segera AKBP Memo Ardian diseret ke Mabes Polri guna mempertanggung jawabkan perbuatannya.

"Kami dari Mabes Polri mas, saya minta keterangan dan data yang di punyai oleh awak media dan korban, sebab ini perintah langsung dari pimpinan, sudi kiranya rekan rekan media membantu penyelidikan ini supaya bisa cepat kami proses, tapi ini rahasia loh mas," ujar salah satu perwira yang tak mau disebutkan namanya dari Propam Mabes Polri yang khusus tangani AKBP Memo Ardian S.I.K. Sabtu, (24/5/2020) sekira pukul 11:00WIB siang.


Sementara, tim media investigasi memberikan data data kepada Paminal Mabes Polri

"Saya hanya ingin memperbaiki citra polri saja mas, sebab jika dibiarkan begini citra polri jelek, maka justru itu kita koordinasi dengan Mabes Polri namun senyap, kita gak muluk muluk kok, kembalikan uang itu ke korban selesai kok, sebab korban inisial 'S' itu tidak bersalah, karena tidak cukup bukti untuk ditangkap, eh kok malah di peras hingga 2 milyar yang awalnya dimintai 500jt, saya juga berpesan kepada anggota mabes polri itu agar Memo segera di proses, kasihan Kapolrestabes Surabaya, gara gara ulah dia jadi citranya ikut buruk," kata inisial R.


AKBP Memo ardian diduga telah mengkondisikan media lain guna mencari pembenaran dan seolah olah tak bersalah bahkan menuduh serta beropini membuat letupan konflik baru

Lanjut inisial 'R' mengatakan, dikutip dari Liputan Indonesia, "Ironisnya, dengan adanya statment AKBP Memo Ardian di berbagai media yang sengaja di kondisikan guna mengonfrontir berita penangkapan Bos Kopi Kapal Api inisial 'S' itu tidak mencerminkan seorang perwira yang gentleman, seharusnya yang dilakukan oleh seorang perwira AKBP Memo Ardian memanggil dan menjelaskan peristiwa atau jumpa pers ke media bersangkutan bukan malah mengancam terkait yang menulis pelepasan bos kapal api inisial 'S' yang diduga bayar 2milyar itu, saat dikonfirmasi awak media, bukan malah menghindar atau memblokirnya. Bahkan Memo membuat opini bahwa media yang memberitakan kasus itu terlibat jaringan narkoba, bahkan dugaan dibayar dari pemberitaan yang telah beredar," urainya.


Perlu diketahui kronologis kasus penangkapan dan pelepasan berujung dugaan bayar 2 milyar

 "Senin ada penangkapan dari tim narkoba Polrestabes Surabaya, ketika dilakukan penggeledahan di tempat Koko ini, didapat barang bukti kwitansi dengan alasan sebagai suplayer pil koplo, tapi tidak ada barang bukti pil apapun yang dikatakan obat type G itu.

Selanjutnya si Koko dibawa ke Polrestabes untuk dimintai keterangan dengan alsan ada yang melaporkan, sesampainya di Polrestabes, Selasa, dia mendapatkan pemukulan. Hari Rabu sampai Kamis dilakukan pencairan dana di BCA Veteran yang mana, awalnya anggota meminta 500jt, akan tetapi sesampainya di ATM Bank BCA, berubah,  ternyata mereka mengambil 2 Milyar saat mengetahui isi saldo ATM bos itu 3 milyar," kutipan rekaman dari narasumber.


__._,_.___

Posted by: Hery Dono <herydono@yahoo.com>
Reply via web post Reply to sender Reply to group Start a New Topic Messages in this topic (1)

.

__,_._,___

Sabtu, 23 Mei 2020

[Media_Nusantara] Upaya Adu Domba AKBP Memo Ardian Setelah Peras Bos Kapal Api Rp. 2 Milyar Dilaporkan ke Kapolri

 

Upaya Adu Domba AKBP Memo Ardian Setelah Peras Bos Kapal Api Rp. 2 Milyar Dilaporkan ke Kapolri

Terkait viralnya pemberitaan penangkapan beberapa waktu lalu dari tim narkoba Polrestabes Surabaya yaitu Bos Kopi Kapal Api inisial "Shr" yang ditangkap senin 13 April 2020 di jalan Putat Gede Kecamatan Sukomanunggal.

Tersangka langsung digiring ke mako Polrestabes Surabaya.

Namun anehnya berita itu dikait kaitkan dengan gembong narkoba bahkan tidak ada korelasinya dengan pelepasan pelaku narkoba inisial "Shr" yang diduga rekeningnya dikuras hingga Rp 2 milyar oleh oknum anggota polisi di bawah pimpinan Kasat Narkoba Polrestabes Surabaya AKBP Memo Ardian S.I.K.

Dengan sesengaja AKBP Memo Ardian S.I.K menuduh awak media yang menulis pemberitaan Bos Kopi Kapal Api inisial "Shr" yang ditangkap senin 13 April 2020 di jalan Putat Gede Kecamatan Sukomanunggal, dikatakannya media tidak bertanggung jawab, malah menuduh awak media itu termasuk jaringan gembong narkoba dan diduga ada yang membiayai dari pemberitaan yang beredar.

Dengan adanya cukup bukti dan kronologis kejadian beserta alat bukti rekaman dari Christy, juga telah mengkonfirmasi Akbp Memo Ardian namun tak kunjung dijawab bahkan nomer beberapa wartawan diblokir, dinilai pemberitaan itu telah cover bot side (memenuhi unsur etika jurnalistik) yang telah di atur UU Pers no. 40 tahun.1999.

Pemberitaan dugaan pelepasan Bos Kopi Kapal Api inisial "Shr" yang rekeningnya dikuras Rp 2 Milyar itu kini telah ditangani Paminal Mabes Polri, setelah adanya laporan informasi yang disampaikan tim ungkap fakta yuridis media restorasihukum.com kepada Kapolri Jenderal Idham Azis langsung ke nomor pribadi Whatsapp Beliau.

"Kami dari Mabes Polri mas, saya minta keterangan dan data yang di punyai oleh awak media, sebab ini perintah langsung dari pimpinan, sudi kiranya rekan rekan media membantu penyelidikan ini supaya bisa cepat kami proses," ujar salah satu perwira dari Paminal Mabes Polri yang khusus tangani AKBP Memo Ardian S.I.K. Sabtu, (24/5/2020).

Sementara, tim ungkap fakta yuridis media restorasihukum.com telah memberikan data pendukung yang dimiliki anggota POMAL inisial "SW" kepada Paminal Mabes Polri agar proses hukum pemerasan kepada "Shr" segera ditindak sesuai jalur hukum sebagai efek jerah bagi oknum nakal seperti Kasat Narkoba Polrestabes Surabaya Akbp Memo Ardian yang juga mencoreng nama baik jajaran Polrestabes Surabaya Jawa Timur.

"Saya hanya ingin memperbaiki citra polri saja mas, sebab jika dibiarkan begini citra polri jelek, maka justru itu kita koordinasi dengan Mabes Polri namun senyap, kita gak muluk muluk kok, kembalikan uang itu ke korban selesai kok, sebab korban inisial "Shr" itu tidak bersalah, karena tidak cukup bukti untuk ditangkap, eh kok malah di peras hingga Rp 2 milyar yang awalnya dimintai Rp 500 juta, saya juga berpesan kepada anggota mabes polri itu agar Akbp Memo Ardian segera di proses, kasihan Kapolrestabes Surabaya, gara gara ulahnya citra Polrestabes ikut buruk," kata inisial R.

Ironisnya, dengan adanya komentar AKBP Memo Ardian di berbagai media yang sengaja di kondisikan guna mengonfrontir berita penangkapan Bos Kopi Kapal Api inisial "Shr" itu tidak mencerminkan seorang perwira yang gentleman, seharusnya yang dilakukan oleh seorang perwira AKBP Memo Ardian memanggil dan menjelaskan peristiwa penangkapan bos kapal api inisial "Shr" itu, saat dikonfirmasi awak media, bukan malah menghindar atau memblokirnya.

Bahkan Akbp Memo Ardian dengan sengaja membuat opini bahwa media yang memberitakan kasus itu terlibat jaringan narkoba, ironinya menganggap setiap pemberitaan yang beredar ada bayarannya, sungguh picik sekali apa yang ada di benak Akbp Memo Ardian seolah olah dengan mudahnya setiap pemberitaan hanya semata mata untuk bayaran saja tidak berfikir jika media sebagai control social bagi oknum aparat seperti Akbp Memo Ardian.


__._,_.___

Posted by: putra wardana <pwardana2000@yahoo.com>
Reply via web post Reply to sender Reply to group Start a New Topic Messages in this topic (1)

.

__,_._,___

[Media_Nusantara] Upaya Adu Domba AKBP Memo Ardian Setelah Peras Bos Kapal Api Rp. 2 Milyar

 

Restorasi Hukum
Upaya Adu Domba AKBP Memo Ardian Setelah Peras Bos Kapal Api Rp. 2 Milyar

Terkait viralnya pemberitaan penangkapan beberapa waktu lalu dari tim narkoba Polrestabes Surabaya yaitu Bos Kopi Kapal Api inisial "Shr" yang ditangkap senin 13 April 2020 di jalan Putat Gede Kecamatan Sukomanunggal.

Tersangka langsung digiring ke mako Polrestabes Surabaya.

Namun anehnya berita itu dikait kaitkan dengan gembong narkoba bahkan tidak ada korelasinya dengan pelepasan pelaku narkoba inisial "Shr" yang diduga rekeningnya dikuras hingga Rp 2 milyar oleh oknum anggota polisi di bawah pimpinan Kasat Narkoba Polrestabes Surabaya AKBP Memo Ardian S.I.K.

Dengan sesengaja AKBP Memo Ardian S.I.K menuduh awak media yang menulis pemberitaan Bos Kopi Kapal Api inisial "Shr" yang ditangkap senin 13 April 2020 di jalan Putat Gede Kecamatan Sukomanunggal, dikatakannya media tidak bertanggung jawab, malah menuduh awak media itu termasuk jaringan gembong narkoba dan diduga ada yang membiayai dari pemberitaan yang beredar.

__._,_.___

Posted by: putra wardana <pwardana2000@yahoo.com>
Reply via web post Reply to sender Reply to group Start a New Topic Messages in this topic (1)

.

__,_._,___

Jumat, 22 Mei 2020

[Media_Nusantara] Aman Jaya.!! Kasat Narkoba Polrestabes Surabaya Diduga Lepaskan Tersangka Narkoba Dan Peras 2 Milyar

 

Aman Jaya.!! Kasat Narkoba Polrestabes Surabaya Diduga Lepaskan Tersangka Narkoba Dan Peras 2 Milyar



Berawal dari penangkapan terhadap terduga pelaku pelanggaran hukum kasus peredaran narkoba di wilayah Sukomanunggal Kota Surabaya Jawa Timur atas tersangka "S" inisial, tanpa adanya barang bukti (BB) yang kuat untuk menjerat H sampai ke meja hijau kasus tersebut terkesan dipaksakan.

Menurut keterangan "S" kepada tim ungkap fakta yuridis media, saat itu "S" ditangkap senin 13 April 2020 di jalan putat gede Kecamatan Sukomanunggal. Tersangka langsung digiring ke mako Polrestabes Surabaya.

Singkat cerita setelah adanya intimidasi muncul kesepakatan untuk melepaskan "S" karena tidak cukup bukti dengan nominal Rp 500 juta, setelah itu transaksi dilakukan di Bank BCA jalan Veteran.

Sungguh tidak terduga saat transaksi di Bank BCA jalan Veteran Jumat 17 April 2020 diduga kuat pihak oknum dari reserse narkoba polrestabes Surabaya melihat saldo tersangka mencapai Rp 3 Milyar, tiba tiba kesepakatan Rp 500 juta seketika berubah dan langsung menguras saldo tersangka hingga mencapai angka Rp 2 milyar.

"Saat itu ada kesepakatan untuk menghentikan perkara Rp 500 juta, setelah melihat saldo di tabungan "S" ada Rp 3 milyar akhirnya mereka memaksa "S" untuk tarik tunai Rp 2 milyar, guru deh," ungkap Cristy kepada tim ungkap fakta yuridis tim media.

Saat akan dikonfirmasi AKBP Memo Adrian selaku Kasat Narkoba Polrestabes Surabaya oleh tim media justru nomor HP langsung di blokir dan terkesan menghindar untuk di konfirmasi bahkan sempat menghina dan melecehkan profesi wartawan dengan mengatakan wartawan bodrek.

Sementara saat terakhir kalinya tim media mencoba akan konfirmasi Selasa 19 Mei dijanjikan untuk ketemu 20 mei, namun lagi dan lagi AKBP Memo Adrian terkesan menghindar dari tim ungkap fakta yuridis media. (red/tim)


__._,_.___

Posted by: putra wardana <pwardana2000@yahoo.com>
Reply via web post Reply to sender Reply to group Start a New Topic Messages in this topic (1)

.

__,_._,___

Senin, 18 Mei 2020

[Media_Nusantara] PAN, PD dan PKS Tolak kenaikan BPJS

 

PAN, PD dan PKS Tolak kenaikan BPJS

By. Erizeli Jely Bandaro

Saya tidak yakin kalau PAN, PD dan PKS tidak paham makna UU SJSN dan UU BPJS. Karena kreator kedua UU itu adalah PD yang didukung oleh PKS dan PAN sebagai koalisi ketika SBY jadi presiden. Tetapi mengapa mereka menolak kenaikan iuran BPJS ? Jawabnya hanya satu, mereka sedang berusaha menekan Jokowi agar mengeluarkan kebijakan yang bisa membolongi APBN. Kalau APBN tekor, program ekonomi Jokwoi engga jalan. Citra jokowi jatuh. Pada waktu bersamaan mereka dapat simpati dari rakyat. Apalagi sedang menghadapi pandemic COVID 19, isu kenaikan BPJS itu tidak populer dan menolak kenaikan sangat populer dihati rakyat.

Kalau mereka tahu, lantas ngapain mereka sampai segitu teganya membodohi rakyat? jawabannya juga sederhana. Bahwa mereka miskin issue untuk menjatuhkan citra Jokowi. Mereka kehilangan idea cemerlang yang  bisa mendidik dan mencerahkan rakyat secara politik. Makanya mereka berusaha memperkeruh kolam agar ikan bighot muncul kepermukaan, mangap mangap.

Problem partai di Indonesia itu adalah miskinnya kader yang qualified dan punya integritas. Para kader hanya bekerja sesuai kata elite partai. Kekuatan elitis partai itu sangat menentukan nasip kader. Makanya sepintar gimanapun kader partai, pasti jadi bego dihadapan elite partai. Mereka tidak akan berani memberikan usulan yang cerdas bagaimana berpolitik yang mendidik konstituennya. Bahkan mereka ikut jadi provokator, dan membiayai  cyber armany untuk menciptakan hoax.

Padahal kalau KKS dan PAN mau kerja dan cerdas, banyak sekali issue yang bisa dijual dan sekaligus mendidik rakyat agar paham hak politiknya. Contoh gimana mengkritisi Anies agar bisa bekerja lebih baik, sehingga kinerjanya dirasakan oleh rakyat. Kalau Anies sukses, nama PKS dan PAN juga terangkat dan bisa dijadikan modal dalam PEMILU nanti. Bagi PD issue yang bisa dijual juga banyak. MIsal bagaimana mengembangkan Kawasan Industri di sulawesi yang dibangun era SBY, dan sekarang banyak investor China datang. Kalau issue kesuksesan Kawasan Industri  itu bisa dikapitalisasi, kan nama SBY terangkat dan tentu PD juga kecipratan. 

Kalau soal iuran BPJS dipersoalkan, BBM engga turun diributkan dengan narasi terbelakang, itu mah partai kaleng kaleng, Dah gitu aja.


Dikirim dari Yahoo Mail untuk iPhone

__._,_.___

Posted by: Al Faqir Ilmi <alfaqirilmi@yahoo.com>
Reply via web post Reply to sender Reply to group Start a New Topic Messages in this topic (1)

.

__,_._,___

[Media_Nusantara] TRUMP ANTEK CHINA

 

TRUMP ANTEK CHINA

by Zeng Wei Jian

Penguasa Global; United States of America, & her allies Eropa-Jepang, mengexploitasi dunia. Dari dulu sedot minyak ngga mau bangun kilang & alih teknologi. Di Papua tidak ada smelter. 

Intimidasi modusnya. Presiden Sukarno & Pa Harto ditumbangkan. Amerika gunakan proxy lokal. Duterte, Jokowi, Maduro di bawah bayangan ancaman subversif Amerika. Intel Qud Iran segera menghancurkan kaki-tangan Amerika pasca Jenderal Soleimani dibunuh CIA's MQ-9 Reaper drone. 

Proxy Amerika tebar paranoid Anti China. "A paranoid is someone who knows a little of what's going on," kata Penulis William S. Burroughs. 

President Trump dielu-elukan sebagai "hero". Diikutin omongannya soal "Chinese Virus". Unscientific. Bebal. Memalukan. 

Trump-China punya close-relations. Trump pernah nge-deal dengan State Grid Corporation.. Proyek properti di Beijing. Rusak. Ancur. Setelah State Grid Corporation ketauan using public property illegally. 

Di Hongkong's hospitality conference, Eric Danziger mengumumkan rencana membangun 20-30 Trump Hotel di China. 

Sedari tahun 2005, Trump applied 130 trademarks di China. Semuanya ditolak. Zero success. Sampai Trump menelepon Presiden Taiwan Tsai Ing-wen & menyatakan support "One China" policy. 

Beijing merespon dengan meloloskan 1 trademarks. Maret 2017, China granted approval untuk 38 additional Trump trademarks yang aplikasinya dimasukan April 2016. 

Bank of China menyuplai pinjaman $950 juta kepada Manhattan 1290 Avenue office building. Saham Trump 30% di situ. 

China Export and Credit Insurance Corporation "Sinosure" dilaporkan menyuntik investasi sebesar $425 juta di salah satu Trump's resorts yang beroperasi di Indonesia. 

According to Bloomberg, Commercial Bank of China (ICBC) menyewa 20th floor in Trump Tower di New York City. ICBC was Trump Tower's biggest office tenant, menguasai 11% office space. 

CoStar Group rilis data deal dengan ICBC menyumbang $1.5 million per tahun ke Trump Organization. 

Ivanka Trump ngga ketinggalan ngais rezeki dari newfound Chinese largesse. China approved tiga trademarks brand tas, perhiasan dan spa milik Ivanka di hari yang sama pertemuan President Trump-Ivanka dengan Comrade Xi Jinping. 

In total, Ivanka Trump mengantongi 16 approved trademarks dan 30 pending applications di China.

The reach of Chinese influence and money has also been linked to the president's son-in-law, Jared Kushner.

Akibat 2008 market crash, Jared Kushner's 666 Fifth Avenue nyaris collaps. Harus bayar tagihan $1.8 milyar. "Anbang Insurance Group" bersedia bantu. Keduanya undertake a joint venture to redevelop the Fifth Avenue property.

Anbang Insurance Group salah satu most aggressive Chinese buyers of U.S. real estate, dipimpin oleh Wu Xiaohui suami dari cucu Former Chinese Vice Premier Deng Xiaoping.

Masih banyak jalinan bisnis Trump family dengan Chinese private & government companies. Kasihan para paranoid Anti China. Yang mereka puja ternyata Antek China. 


THE END



Dikirim dari Yahoo Mail untuk iPhone

__._,_.___

Posted by: Al Faqir Ilmi <alfaqirilmi@yahoo.com>
Reply via web post Reply to sender Reply to group Start a New Topic Messages in this topic (1)

.

__,_._,___

[Media_Nusantara] Bangkitlah Indonesia Sekarang Juga, Jangan Tunggu Vaksin

 

Bangkitlah Indonesia Sekarang Juga, Jangan Tunggu Vaksin

Oleh: Dr. Siti Fadilah Supari, Sp.JP(K)

Pak Jokowi telah menetapkan agar melonggarkan PSBB, dengan maksud agar bangsa ini secara bertahap mampu mengembalikan kegiatan sosial dan membangun perekonomian Indonesia pulih kembali.

Seperti yang kita saksikan seluruh dunia terpuruk.. Meski negara adidaya seperti  Amerika pun menderita, bahkan  kasusnya terbanyak di dunia dan  kematiannya pun sangat banyak. Pergerakan ekonomi dan perdagangan terhenti.  

Di Eropa pun demikian juga  korbannya juga cukup banyak. Apalagi  khusus di negara  Italia sangat parah boleh dikatakan  terbanyak bila dibandingkan dengan jumlah penduduk .

Saat ini  mereka semua mulai menggeliat sadar mereka harus bangun dari ketakutan dan kekawatiran. Mereka harus bangun dari keterpurukan ini utk memulai kehidupannya lagi.

Namun Bill Gates mengatakan bahwa yang mampu  menghentikan wabah covid hanyalah vaksin corona. Dimana dia sangat yakin vaksin  unggulan nya akan siap 18 bulan kedepan. Bill Gates juga menekankan kalau pun wabah corona ini berhenti, belum tentu kalian bisa kembali seperti dulu lagi (??) mungkin dia mengacu ketika spanish flu 1918 selesai. Terjadi  perubahan peradaban yang sama sekali berbeda dari sebelumnya.

Anthony Fauci mengatakan awas kalau ada negara yang cepat-cepat membuka lockdown-nya pasti akan mengalami  perburukan  penularan coivid  dan wabah akan lebih dahsyat lagi.

Sedangkan WHO menyatakan  tidak akan pernah ada vaksin sebelum akhir 2021.

Dr David Nabarro seorang professor dari global health di Imperial College London dan sekarang sebagai special envoy WHO untuk covid 19. Mengatakan bahwa kemungkinan besar tidak akan pernah ada vaksin yang efektif utk corona. Memang ada penyakit-penyakit yang tidak ditemukan vaksinnya contoh nya HIV AID, Dengue. Maka kita harus bisa hidup berdamai dengan corona.

Menurut saya andaikan vaksin dari Bill Gates dkk  benar siap kita harus ingat  ketika Ejikman melakukan  sequencing virus strain indonesia ternyata  karakter  virus kita berbeda dengan virus yang beredar di negata yang sedang getol mengadakan ujicoba  vaksin yang akan diproduksi besar-besaran untuk sedunia. 
Kita harus hati-hati disini., berarti vaksin yang sedang mereka bikin berasal dari virus yang karakternya berbeda dengan vìrus yang ada di indonesia  maka tidak akan kompatibel dengan kita (tidak cocok sehingga tidak akan efektif)

Kalau kita melihat negara China, Wuhan telah kembali memulai kehidupan baru setelah Corona, dengan tanpa vaksin tapi menggunakan obat tradisional.

China menunjukkan ketangguhannya dalam menghadapi corona dari awal, terus Lockdown dan kemudian corona terhenti setelah itu ekonomi sdh mulai bangkit kembali..
Tidak perlu heran  karena  China negara dengan azas otoritarian, Maka dalam menghadapi emergency seperti wabah corona ini desicion making sangat efektif, komunikasi searah sangat cepat tanpa kendala, sangat dibutuhkan. Dan ini hampir tidak mngkin terjadi di negara-negara yang menganut azas demokrasi, yang selalu ada pro kontra sehingga suatu keputusan makan waktu lebih banyak.

China dengan jelas menunjukkan kepada dunia bahwa dia bisa bangkit tanpa vaksin dan mereka siap dengan gelombang kedua  dengan virus yang berbeda pula. Bisa tuh.

Di samping itu kalau kita  mendengarkan   Bill Gates dkk   yang sudah invest dananya di dalam bisnis vaksin  dunia,  mau tidak mau  kita ya harus ikutin  maunya mereka  Maka  kita harus perpanjang psbb  diam saja di rumah.  Ekonomi kita  akan nungsep lebih dalam lagi  sampai  tahun 2021 berakhir ?   
Apakah itu yang kita pilih ? nunggu vaksin yang belum tentu jadi dan belum tentu cocok .
Berpikirlah saudaraku setanah air 

Inget pendapat lain dari seorang expert yang bernama Dr Nabarro yang tidak ada pretensi dalam bisnis vaksin mengatakan pendapat yang jujur seperti diatas, hidup berdamai dengan corona , tapi tetap waspada.

Kita harus berada diantara itu.

Kita harus mengukur diri kita sendiri dengan jujur ada di posisi mana kita berdiri ? Kita harus bangkit dari keterpurukan ini. Tapi kita juga selamat dari corona. Sudah cukup kita diam di rumah sudah cukup kita tidak bekerja normal tidak sekolah seperti biasanya .
Sampai kapan kita harus mulai ? 

Pak presiden sudah tiup peluit, memukul genderang untuk bergerak tapi semoga  aturan pemerintah tidak bertambah banyak.
Misalnya, boleh naik kapal terbang tapi saratnya banyak  dan akhirnya yang bisa terbang sedikit. Dari segi ekonomi tidak menguntungkan.

Kalau mau melonggarkan PSBB itu ya longgarkan saja aturan2 yg sudah ada. Jangan bikin aturan baru, lakukan dengan bertahap.

Misal KRL tidak boleh jalan tadinya, oke sekarang boleh tapi isinya jangan 100% dulu, mngkin mulai dar 50 % terus 70%  dulu dan seterusnya. Ini sudah betul.

Pergerakan warga adalah sumbu pergerakan ekonomi  setidaknya ekonomi rakyat yang harus nomer satu bangkit, kalau ekonomi rakyat bangkit pemerintah akan lebih ringan tugasnya dalam memenuhi social safety net nya. Mungkin sudah tidak akan diperlukan lagi.

Kalau pergerakan  warga  dibatasi terus bagaimana ekonomi bisa hidup lagi? Yang harus diingat adalah pergerakan warga tidak menimbulkan penyebaran  corona lebih buruk.

Kita harus berjalan diantara pilar yang seimbang , pergerakan warga dengan cara yg sehat, hati-hati  harus pakai masker , jarak satu meter dengan lainnya, dan tidak bersentuhan  dan cuci tangan. Hidupkan lagi perilaku hidup bersih sehat. Ingat jangan terlalu takut penularan corona hanya lewat droplet ( WHO) , mestinya dengan masker  cuci tangan dan  berjarak sudah cukup.

Pihak pemerintah hendaknya menyediakan sarana swab test molecular base  made in Indonesia berdasar virus strain Indonesia  karena lebih valid.  BPPT sudah siap, mudahkan rakyat menjangkaunya. Siapkan pula primer utk PCR di laboratorium, dengan basis virus strain Indonesia juga

Siapkan RS yang sudah ada menjadi lebih baik lagi , tingkatkan  dan luaskan  penelitian terapi plasma yg dirintis oleh Ejkman. Jadikan  sebagai standar prosedur resmi untuk  terapi penanganan corona di RS. Cukupkan ventilator  dan dokter2 sudah lebih berpengalaman selama ini. Jadi rakyat tenang harus sehat , boleh sakit tapi kalau sakit tidak akan mati ( bisa sembuh ). Artinya sewaktu-waktu psbb lagi tidak susah, anggap dinamika kehidupan jangan jadi beban.

Ada pengertian umum agar kita lebih yakin untuk lebih berani: ( rakyat maupun petugas )

Bangsa kita  ini bangsa yang kuat menderita.
Bangsa kita  ini bangsa yang kaya  sinar matahari, corona takut sinar matahari.
Bangsa ini makan empon-empon, sejak lahir corona tidak suka empon-empon. Bangsa ini disuntik vaksin BCG ketika masih kecil. 

Ada penelitian dimana negara yang melaksanakan  imunisasi BCG sejak lama korban corona hanya 1/6 di banding dengan negara yg tidak pernah vaksinasi BCG. Maka tidak ada alasan kita menunggu lebih lama lagi 
Kalau ekonomi  menggeliat kita akan cepat hidup seperti dulu bahkan harus lebih baik dari dulu.

Bagaimana caranya Bangkit ? Kita butuh revolusi berpikir,

1. Pemerintah dan rakyat harus bersatu dalam satu komitmen bahwa kita harus memulihkan keadaan secepat kita bisa tanpa mengabaikan kesehatan.

2. Pemerintah dalam membuat kebijakan  sebaiknya tidak  memperberat beban rakyat. Mereka sudah cukup menderita. Dan rakyat itu tulang punggung negara. Kalau rakyat lemah   ketahanan nasional juga lemah.

Saat ini sebagian dari mereka, tidak punya uang tidak punya kerja. Bahkan untuk keperluan makan. Sebagian dari mereka yang mampu membagikan makanannya untuk mereka yang tidak mampu.

Politicall will pemerintah untuk melindungi  rakyatnya langsung sangat penting utk memperkuat  kepercayaan rakyat kepada pemimpinnya.

3. Kalau rakyat percaya penuh dengan pemerintah maka saya yakin untuk bangkit sekarangpun kita bisa, disana kita menang.

4.  Jangan takut Hilangkan ketakuran kecemasan yang tidak perlu terhadap corona. Apa yang ditakuti ? Kita bisa melalui  dalam beberapa bulan ini dengan sangat lumayan.
Angka-angka laporan Kemenkes tidak menunjukkan perburukan penularan  Hanya menunjukkan data kumulatif dari awal Maret 2020.

Yang jelas  didalam laporan harian itu yang berhasil disembuhkan semakin banyak dan yang meninggal  lebih sedikit . 

Kata WHO penularannya  eksponensial tapi kalau kita lihat pada kasus pertama yg di umum kan presiden waktu itu (ada  dua org  perempuan). Setelah ditelusuri ODP nya yg positif ketularan hanya dua org dari 80 orang . Padahal kebersamaan mereka tanpa masker cukup lama ruangan  itu.

Artinya hanya 2 dari 80 org tertular. Hitungan kasar penularannya hanya 2.5%. Sekarang kita punya kira2 269 ribu odp ,( di laporan harian kemenkes)  kalau itu di pertiksa semua maka kita akan punya gambaran seperti apa penularannya. Jadi tidak perlu takut  tapi tetap eling lan waspodo

Eling itu inget masih dalam masa pandemi dan waspodo itu harus tetap mengikuti protokol psbb yang dilonggarkan sesuai anjuran pemerintah.

Setelah kita yakin, eling lan waspodo ayo kita bangkit  untuk membangun kembali peradaban dengan menggerakkan kehidupan sosial  dan roda ekonomi.

Kata   Xi Jinping, corona adalah perang. Bill Gates juga mengatakan  ini seperti perang dunia kedua. Maka kita sekarang harus punya mindset perang -terhadap virus -terhadap ketakutan -terhadap keterpurukan -terhadap kebingungan.

Inget justru negara kita merdeka setelah perang dunia kedua

Maka dalam peperangan ini  kita harus berani mengambil resiko untuk menang.

Ayo kita bangkit sekarang juga  bangsa Indonesia, gerakkan warga dengan cara yang sehat dan aman, untuk gerakan pembangunan ekonomi  rakyat  yang mandiri . Kita harus  hidup yang lebih baik lagi.

Jakarta, 16 Mei 2020
Penjara Pondok Bambu


Dikirim dari Yahoo Mail untuk iPhone

__._,_.___

Posted by: Al Faqir Ilmi <alfaqirilmi@yahoo.com>
Reply via web post Reply to sender Reply to group Start a New Topic Messages in this topic (1)

.

__,_._,___