Kamis, 06 November 2014

Dinas Pendidikan Trenggalek Gandeng Suplier Buku Porno Untuk Perpustakaan SD

Dinas Pendidikan Trenggalek Gandeng Suplier Buku Porno Untuk Perpustakaan SD

Para aktivis pendidikan di Trenggalek mengingatkan dinas pendidikan dan pemerintah kabupaten Trenggalek untuk berpikir ulang jika menyerahkan pengadaan buku perpustakaan SD sebesar Rp. 4,1 milyar pada CV Galaxy Nusantara, suplier yang berasal dari Bantul. Karena suplier tersebut diduga terlibat pada peredaran buku pornografi & sadisme di kota Bandung dan di beberapa daerah lain di Indonesia. Sampai saat ini kasus tersebut masih dalam pengusutan pihak yang berwajib

Untuk itu mereka juga menyerahkan copy berita dari JPNN.Com (Jawa Pos Group) yang memuat berita tersebut.

Para Aktifis pendidikan itu berharap agar pemerintah kabupaten Trenggalek dalam mengisi perpustakaan SD tidak hanya berpikir kegiatan itu sebagai proyek, tapi harus berpikir bagaimana masa depan para siswa.

Dilain kesempatan, bapak Ganif pejabat dinas pendidikan Trenggalek yang bertanggungjawab atas kegiatan pengadaan buku perpustakaan untuk seluruh SD di Trenggalek, ketika dihubungi pada ponselnya 081335783293 belum memberi komentar
__________________________________
Buku Porno & Sadisme Beredar di Sekolah Dasar Bandung
Suplier CV Galaxy Nusantara Dari Bantul Masih Bungkam

BANDUNG-  Dunia pendidikan tercoreng. Buku berbau porno serta sadisme beredar di tiap sekolah dasar di Kota Bandung, salah satunya SD Cempaka Arum.  Dua buku itu merupakan bantuan dana alokasi khusus (DAK) untuk perpustakaan sekolah

Kepala SD Cempaka Arum, Ahmad Taufan mengaku tidak mengetahui ada buku di perpusatakaan yang isinya tidak sesuai dengan peruntukan siswa sekolah dasar.

Namun ketika ada imbauan dari pengawas dan Kabid SD Kota Bandung untuk melakukan pengecekan terhadap buku-buku hasil DAK, dia langsung memeriksa semua buku diperpustakaan dan juga buku bahan mengajaran. 

"Saya sangat kaget ketika membacanya ada nenerapa judul buku yang menurut saya benar-benar tak pantas untuk diberikan ke sekolah," kata Ahmad yang ditemui di sekolahnya,

Ia mengatakan, sebetulnya buku itu sudah ada di sekolahnya sejak Januari lalu. Namun dikarenakan Ahmad baru menjabat Maret lalu dan pemberitahuan tentang pengecekan buku DAK tersebut baru Kamis (7/6)lalu, sehingga ia pun meminta seluruh gurunya untuk segera memeriksa semua buku yang ada dari hasil DAK. "Saya langsung tugaskan guru untuk membaca seruruh buku hasil DAK baik itu jenisnya umum atapun buku pelajaran, dan kami pun menemukan dua buku yang tak menurut saya hanya pantas disimpan diperpusatakaan umum bukan sekolah apalagi sekolah dasar," paparnya.

Meski demikian ia tidak mengetahui apakah sudah ada siswa yang membaca buku tersebut atau belum. Sebab buku tersebut memang sudah terpajang beberapa bulan di perpusatakaan sekolah. "Saya tidak mengetahui berapa siswa yang sudah membaca, namun upaya kami yakni langsung melaporkan ke Dinas Pendidikan Kota Bandung dan menarik buku tersebut dari perpustakaan," tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung Oji Mahroji menegaskan pihaknya sudah menginstruksikan melalui pengawas dan Kabid TK/SD untuk segera melakukan penarikan buku tersebut. "Kepsek pun diimbau untuk melakukan pengecekan terhadap seluruh buku yang memang tidak pantas dikonsumsi siswa SD, apapun jenisnya," paparnya.

Hal senada diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Wahyudin Zarkasyi. Dikatakan dia, seharusnya guru dan kepsek di sekolah harus langsung menarik buku itu dan tidak diberikan ke siswanya atau disimpan di perpustakaan," tuturnya.

Wahyudin juga mengaku belum menerima laporan sekolah mana saja yang memperoleh DAK buku tersebut. "Justru saya baru dapat laporannya sekarang dari media. Mudah-mudahan sekolah yang lain bisa langsung melakukan penyortiran jika memang ada yang dianggap tidak pantas," terangnya.

Hasil penelusuran Federasi Guru Independen Indonesia (FGII) melalui Ketuanya Iwan Hermawan dikatakan, jika suplayer buku tersebut merupakan CV Galaxi Nusantara yang beramat di Bantul Jogjakarta. "Dari surat keterangan yang kami dari salah satu sekolah lainnya yang juga mengatakan menerima jenis buku serupa CV tersebut menyebarkan sekitar 900 buku dengan judul yang sama di seluruh sekolah penerima DAK," tegasnya.

Oleh karenannya ia menilai buku tersebut kini sudah tersebar di seluruh sekolah penerima DAK. "Ini harus segera ditindak lanjuti , jangan hanya DAK ini mengejar proyeknya saja tapi tidak dilihat dulu isi buku tersebut," tegasnya yang ditemui di Sekretariat Koalisi Pendidikan Kota Bandung Jalan Keliningan. (tie)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar