Sabtu, 13 September 2014

[Media_Nusantara] KMP Mendukung atau Menjerumuskan Prabowo ???

 

KMP Mendukung atau Menjerumuskan Prabowo ???

Gara2 "KATANYA" membela Prabowo secara berlebihan, meski pilpres telah usai, apalagi terus menerus dipanas2i oleh para elit partai koalisi yang "KATANYA/NGAKUNYA" mendukung prabowo, akhirnya banyak masyarakat, merasa perlu memecah belah dirinya sendiri dan terdorong untuk tidak menyukai atau memusuhi anggota masyarakat yg lain yg tidak memilih/mendukung capres pilihannya..

Padahal jika dilihat dengan seksama, para elit partai koalisi yang NGAKUNYA mendukung & memperjuangkan Prabowo itu, setelah pilpres usai, mereka terus bergerak memecah belah masyarakat dengan memakai nama Prabowo, sebenarnya bukan untuk benar2 mendukung Prabowo.

Tapi tampaknya para elit partai itu hanya memakai/ memanfaatkan nama Prabowo yang dikesankan (dikampanyekan) sendiri oleh mereka sebagai orang yang kecewa berat gara2 kalah pilpres dengan dipanas2i isu/informasi bahwa pilpres curang dll, adalah untuk kepentingan para elit partai itu sendiri.

Ini bisa dilihat, misalnya dalam pengesahan UU MD3 yang dipaksakan untuk disahkan oleh koalisi mayoritas DPR yang sengaja digembor2kan sebagai koalisi pendukung Prabowo, apakah benar dalam hal ini Prabowo diuntungkan atau dibela?

Sama sekali tidak ada pembelaan atau mendukung Prabowo pada pengesahan UU MD3 tersebut. Para elit partai itu membela kepentingan diri mereka sendiri. Ini bisa dilihat dimana dalam UU MD3 itu mengatur bahwa aparat hukum (KPK, Jaksa, Polisi) jika akan mengusut kasus Korupsi yang melibatkan anggota DPR harus ada ijin dari Badan Kehormatan (BK) DPR.

Dengan sistem paket yang diterapkan, seluruh pimpinan DPR, seluruh pimpinan komisi DPR, seluruh pimpinan BK DPR, akan dikuasai oleh elit partai yang "NGAKUNYA" terus mendukung & berjuang untuk Prabowo.

Jadi jika ada anggota DPR yang terlibat kasus korupsi, maka jika tidak diijinkan oleh BK DPR, maka aparat hukum tidak bisa mengusutnya.

Ini bisa memberi kesan buruk pada Prabowo, dimana Prabowo bisa terkesan sebagai pelindung Koruptor.

Selain itu dengan dipegangnya semua pimpinan DPR, pimpinan komisi DPR oleh para elit partai yang "KATANYA" dalam rangka mendukung Prabowo, maka kemungkinan besar seluruh program pemerintah tidak akan bisa dilaksanakan, jika "tidak menyenangkan" atau "tidak disetujui" oleh para elit partai tersebut.

Ini bisa menimbulkan kesan, bahwa gara2 kalah pilpres, bahwa Prabowo yang menghancurkan negara RI dengan membuat kekacauan, menghambat & menghalang2i segala program pemerintahan. Padahal pelakunya adalah para elit partai tersebut.

Jadi dimanakah sebenarnya tindakan yang "KATANYA" terus mendukung & memperjuangkan Prabowo, yang terus menerus di-kampanyekan itu?

Contoh konkret saja, dalam pengesahan UU MD3, juga sudah terjadi kesepakatan bahwa ketua DPR akan diberikan pada partai Golkar, dengan alasan bahwa partai Golkar merupakan partai yang mendapat suara/kursi terbanyak pada koalisi yang "NGAKUNYA" untuk mendukung Prabowo.

Juga dalam pembahasan UU pemilihan kepala daerah yang tadinya kepala daerah dipilih langsung oleh masyarakat, dan akan dirubah bahwa kepala daerah akan dipilih oleh DPRD, sebenarnya sapakah yang diuntungkan? Bisa jadi juga akan terjadi seperti peristiwa di DPR RI, karena dalam perolehan suara, hampir disemua daerah, partai Golkar juga merupakan partai anggota koalisi yang mendapat suara/kursi terbanyak di DPRD, dibanding partai anggota koalisi yang lain. Jadi besar kemungkinannya para elit partai Golkar yang akan diusung sebagai calon kepalah daerah yang dipilih oleh DPRD.

Pertanyaannya, benarkah para elit partai koalisi yang menamakan diri "merah putih" ini bertujuan mendukung Prabowo? atau mereka hanya memperalat nama Prabowo untuk kepentingan mereka sendiri?

Hal ini bisa berakibat bahwa nama Prabowo akhirnya terkesan (sengaja dikesankan) oleh para elit partai itu, sebagai orang yang tidak punya jiwa besar & sikap kenegarawanan, tapi dengan kampanye yang sebenarnya memanfaatkan & menjerumuskan Prabowo seperti itu, yang mengambil manfaat adalah para elit partai yang "NGAKUNYA" pendukung Prabowo, tanpa memperdulikan bahwa tindakan seperti ini bisa memecah belah masyarakat bangsa & negara. Bahkan bisa menghancurkan Republik Indonesia.

Jika ini yang terjadi, maka koalisi tersebut mungkin tidak cocok memakai nama koalisi "merah putih" (KMP). Sebaiknya mengganti nama menjadi koalisi "memuja kepentingan" (KMP). Atau dari koalisi "mendukung Prabowo" dirubah menjadi koalisi "menjerumuskan Prabowo".


Perkumpulan Pemuda Nusantara
Demi Indonesia Yang Lebih Baik

__._,_.___

Posted by: Hery Dono <herydono@yahoo.com>
Reply via web post Reply to sender Reply to group Start a New Topic Messages in this topic (1)

.

__,_._,___

Tidak ada komentar:

Posting Komentar