Minggu, 07 Oktober 2012

[Media_Nusantara] "Skenario Tawuran Versi Intelijen SBY" by @HarisRusly

 

"Skenario Tawuran Versi Intelijen SBY" by @HarisRusly

Kita mau liat SBY berani Pecat Kapolri atau Gak? Dalam kasus Djoko Susilo, jelas dan nyata keterlibatan Timor Pradopo ... Kita tunggu, dalam sejarah RI, Jenderal terbaik Polri, bintang dua, penegak hukum, ditangkap oleh KPK_RI.

Timur Pradopo, Kapolri, sangat jelas dengan bukti terang, terlibat dalam korupsi Simulator SIM. Tangkap dan Penjarakan Jenderal Timur!! Tugas KPK_RI dianggap tuntas, setelah berhasil tangkap dan penjarakan Presiden, Wapres, Sri Mulyani, Kapolri, Jaksa Agung. Selama Presiden, Wapres, Kapolri, Jaksa Agung, belum berhasil ditangkap KPK, maka KPK gak boleh diganggu.

Sebelumnya istri Wakapolri (nunun nurbaiti adang) masuk penjara, sekarang langsung Jenderal Polri bintang dua, nanti berlanjut ke Kapolri ya, Dari Tawuran antar Pelajar ke Tawuran antar Penegak Hukum. Kita tunggu Tawuran Mahasiswa vs Presiden SBY.

Polisi terbelah menjadi dua, faksi Timur & faksi Nanan. Para Kapolda sudah kumpulkan tandatangan minta Tumur dipecat & diganti dengan Nanan.

Nonton tawuran antar pelajar, juga tawuran antar KPK vs Polri itu ternyata sangat membahagiakan...hehehe

Membaca novel John Grisham, A Time To Kill, badan jadi menggigil saat ingat fatwa alim ulama NU, hukum mati koruptor.

Tawuran KPK vs Polri terjadi karena kepemimpinan Presiden SBY yg menegakkan hukum dan berantas korupsi. Tawuran KPK vs Polri terulang unt kesekian kalinya, karena Presiden SBY berhasil Pimpin Negara. Coba kalau Presiden SBY gagal Pimpin Negara, pasti tak terjadi tawuran KPK vs Polri.

Petisi 28 akan memberikan Penghargaan kepada SBY selaku Pemimpin Sukses, melengkapi 12 Penghargaan yg telag di terima SBY di luar negeri. Petisi 28 akan memberikan NOBEL TAWURAN kepada Presiden SBY, karena sukses mengobarkan tawuran antar rakyat & antar lembaga negara.

Pernyataan Sudi Silalahi hanya upaya cuci tangan terhadap kriminalisasi KPK_RI oleh Polri untuk melindungi kejahatan korupsi Pimpinan Polri. Bila sejak awal penegakan hukum dapat dipimpin oleh SBY, maka tak mungkin sebuah institusi yg menjadi bawahannya dapat sewenang-wenang. Anehnya lagi, moso media massa dituduh mengobarkan tawuran antar KPK_RI vs Polri. Ini tuduhan ngawur!!!

Bukannya Polri yang menciptakan situasi berkobar-berkobar dengan melakukan kriminalisasi dan menyerbu kantor KPK_RI. yang Mengobarkan Tawuran antar KPK vs Polri adalah Presiden SBY, karena tak bisa memimpin institusi Polri yg bebas dari korupsi. Presiden SBY sengaja membiarkan berlangsungnya Tawuran antar KPK vs Polri agar kasus korupsi tak tersentuh. Presiden SBY yang menjadi penyebab terjadinya Tawuran antar @KPK_RI dengan Polri, karena SBY tak bisa pimpin Polri.

Tawuran KPK_RI vs POLRI bukan yg pertama. Peristiwa terjadi untuk kesekian kalinya. Kriminalisasi terhadap KPK_RI adalah kerja kerja SBY melalui intelijennya, dengan menggunakan institusi Polri yg sedang bermasalah. Kriminalisasi terhadap Antasari, Bibit dan Chandra, adalah cara kerja intelijennya SBY untuk membunuh KPK_RI.

SBY dibalik Tawuran antar KPK_RI vs Polri. Skenario intelijen yang terlalu gampang dibaca.

__._,_.___
Recent Activity:
.

__,_._,___

Tidak ada komentar:

Posting Komentar